Seteleh tamat SMU di Aek Kanopan, Uccok memutuskan merantau karena tidak
memiliki biaya untuk meneruskan kuliah, plus ditambah otak yang
pas-pasan.
Orang tua Ucok memberi ongkos sekali jalan Rp.100.000, karena keuangan
yang terjepit. Ucok memilih merantau ke daerah Pekan Baru.
Di Kota Pekan Baru, Ucok tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, setelah
lima hari disana, uang sisa ongkos sudah habis, saudara tidak ada.
Singkat Cerita Ucok rela jadi Kernet (Kondektur) alat berat Eskapator ke
hutan untuk membuka lahan garapan, nama operator alat beratnya,
Sidabutar.
Sesampainya di Hutan, banyak juga orang yang kerja di sini! gumam Ucok
dalam hati! dan dia tidak menemukan Toilet untuk MCK yang ada adalah
lahan hamparan Luas, Mereka pun buat beskem untuk berteduh dimalam hari.
Karena mereka baru turun (masuk) dari kota ke Hutan, orang-orang yang
ada dihutan memutuskan untuk Tidur Bareng di Beskem yang dibangun oleh
Sidabutar dan Ucok sambil cerita-cerita.
Pada malan hari, kira kira jam 2 pagi, Sardi (orang yang mereka temui
dihutan) sakit perut, dan memutuskan untuk buang air dibalik pohon yang
besar dekat beskem mereka.
Secara kebetulan, jam 2 lewat 3 menit, Uccok juga sakit perut, dan
bergegas keluar beskem untuk buang juga, dan Uccok memutuskan untuk
buang di balik pohon yang sama dengan Sardi, Karena pohonnya besar dan
agak rimbun gelap, Uccok ingat pesan orang tuanya dikampung, ( kalau mau
buang air kecil/besar, harus permisi dengan kata Sattabi ditempat yang
baru), begitu Uccok dekat dengan pohon itu, Uccok buka celana, dan
berkata..
Uccok : "Sattabi Oppung dipangisi ni luat on" ( Permisi kepada pemilik
wilayah ini). karena Sardi masih dibalik pohon, Sardi menjawab dari
balik pohon...
Sardi : "Dang Boi ( Gak boleh)..!"
Seketika itu juga, Sakit perut Ucok sembuh, yang ada Ucok ketakutan,
karena dia mengira pohon itu menjawab, karena tidak tahu kalau sebelum
dia, Sardi sudah lebih dulu Jongkok disana, segera balik ke Beskem
dengan pucat pasih dan langsung tidur.
Besok paginya baru cerita, dan semua temannya terbahak-bahak setelah Sardi cerita juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar